Fenomena Anak Berambut Gimbal Di Dieng

By Kompas Dieng, September 19, 2019

Fenomena alam yang muncul secara misterius yang terjadi di kawasana Dieng adanya Anak-anak Berambut Gimbal atau lebih tepatnya anak yang tumbuh rambut gimbal pada sebagian anak Di tengah Masyarakat Dataran Tinggi Dieng yang sampai sekarang tidak bisa di jelaskan secara ilmiah.

dieng culture

Masyarakat Di Dataran Tinggi Dieng Mempercayai Bahwa anak-anak berambut gimbal merupakan anugrah titipan dari Kyai Kolo Dete, bukan musibah atau kutukan sehingga mereka merasa bersukur jika salah satu anak atau anggota keluarga meraka mempunyai anak berambut gimbal Hal ini tidak dipandang sebagai aib keluarga. Bahkan, orangtua dari anak gimbal ini yakin bahwa anak tersebut bukan murni anaknya sendiri, melainkan titipan dari para dewa, sehingga orang tua akan sangat memberikan perhatian kepada anak-anak ini. Apapun permintaan anak ini akan dituruti, sehingga dalam banyak hal, anak gimbal tampak lebih manja dari anak lain yang tidak gimbal

Kyai Kolo Dete merupakan salah seorang punggawa pada masa Mataram Islam (sekitar abad 14). Bersama dengan Kyai Walid dan Kyai Karim, Kyai Kolo Dete ditugaskan oleh Kerajaan Mataram untuk mempersiapkan pemerintahan di daerah Wonosobo dan sekitarnya. Kyai Walid dan Kyai Karim bertugas di daerah Wonosobo, sementara Kyai Kolo Dete bertugas di Dataran Tinggi Dieng.

Tiba di Dataran Tinggi Dieng, Kyai Kolo Dete dan istrinya (Nini Roro Rence) mendapat wahyu dari Ratu Pantai Selatan. Pasangan ini ditugaskan membawa masyarakat Dieng menuju kesejahteraan. Tolak ukur sejahteranya masyarakat Dieng akan ditandai dengan keberadaan anak-anak berambut gimbal. Sejak itulah, muncul anak-anak berambut gimbal di kawasan Dataran Tinggi Dieng.
Tidak sulit menemukan anak-anak berambut gimbal saat menelusuri desa-desa yang ada di Dataran Tinggi Dieng. Di setiap desa yang ada di kawasan ini, selalu ada anak-anak berambut gimbal. Anak-anak ini biasanya berusia beberapa bulan hingga 8 tahun.Tidak ada garis keturunan khusus dari anak yang berambut gimbal. Siapapun, asal memiliki garis keturunan Dieng, memiliki kemungkinan menjadi anak berambut gimbal.

anak rambut gimbal

Munculnya rambut gimbal pada anak akan di tandai dengan panas tinggi pada anak selama beberapa hari. suhu tubuh anak akan normal dengan sendirinya bersama dengan muncuknya rambut gimbal di kepala anak.Biasanya, rambut gimbal akan tumbuh ketika usia seorang anak belum mencapai 3 tahun. Rambut gimbal ini akan tumbuh dan semakin lebat seiring waktu. Rambut gimbal ini hanya akan dipotong dalam prosesi khusus (ruwatan). Pengadaan ruwatan harus mengikuti aturan khusus dan atas dasar kemauan dari si anak berambut gimbal.

sebelum dilakukan prosesi pemotongan (ruwatan), si anak akan mengajukan suatu permintaan yang sederhana sampai dengan yang tidak mungkin dituruti oleh orangtuanya.Masyarakat sekitar meyakini, jika pemotongan dilakukan tanpa melalui upacara tertentu, atau bukan atas kemauan si anak, atau permintaannya tidak dikabulkan, rambut gimbal yang sudah dipotong akan tumbuh kembali.

Setiap setahun sekali di kawasan Dataran Tinggi Dieng ada acara budaya yang disebut Dieng Culture Festival Pemotongan Rambut gimbal secara masal bagi orang tua yang tidak mampu memberi permintaan sang anak Acara ini digagas oleh Kelompok Sadar Wisata(POKDARWIS) Dieng Pandawa, sebuah Organisasi kepemudaan yang bergerak dalam pemberdayaan Masyarakat Desa Dieng Khususnya di Bidang Kepariwisataan. Dieng Culture Fetival Di adakan Tiap Pertengahan Tahun, antara Bulan Juni Hingga Agustus Setiap Tahunnya.

Inti acara Dieng Culture Festival adalah Prosesi pencukuran / Ruwatan rambut Giembel/Gimbal mulai dari acara Kirab, Baritan, Hingga Jamasan. Dalam Pelaksanaannya, Dieng Culture Festival juga diramaikan dengan berbagai rangkaian acara seperti Jazz atas Awan, Penerbangan Lampion, Pameran Karya seni, Kuliner dan Produk seni lokal,Festival Film dan sebagainya

kompas dieng